Bintik

9206448166_b45803a22e_b

Kuucap salam pada dunia
penggiring jiwa-jiwa lugu
ke bentang permadani tak berbatas
Lingkar kelam eboni membingkai
nyawa terbeku
Dari inci hingga mikro
Dari mili menyentuh piko

Boleh jadi gunung dan tebing kaujajaki
Hutan-lautan kauarungi
Sedang kupunya takzimku sendiri

Bentang dermis adalah gunungku
Silia-lah hutan abadiku
Sapuan darah nadi terkungkung dalam kekaca jernih
jadi tebing dan jurangku

Jika kaudaki bumi maka kudaki tuba lensa
agar kutemui Tuhanku
Jika kaurengkuh debur angin mengombak
kala puncak Jaya takluk akan tapak kakimu
maka kurangkul seribu kaca preparat
dan kubagi nyawaku satu-satu
Jika engkau lebih suka tebing daripadaku
lantas kupilih sayat melintang korteks sepanjang stele
ketimbang kamu

Adakala besar mengalahkan kecil
Pun kecil dapat taklukkan yang besar
Tapi ukuran bukan tentang
bagaimana kau dan aku terkungkung
dalam simpul tali panjat
atau bundar lensa okuler
Sesekali kala kukembali
pada titik nadir diri
Ternyata Tuhan minta kupuji
Lewat gunung dan tebingku sendiri

Saat Tuhan minta kupuji
Mendadak aku jadi bintik lagi

Oktober 2014
Terima kasih pada Antonie van Leeuwenhoek dan penemuannya: sebuah perangkat kecil bernama mikroskop cahaya, yang telah dengan ajaibnya mengajarkan makna tentang Tuhan kepada saya. Subhanallah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s