Untuk Seruni

Seruni, engkauĀ sedang bermainĀ api jiwamu naif sedang kutahu ragamu sebengis mata-mata pada bibirmu, dan masih lagi kauembuskan fragmen napasmu yang harumnya melebur mawar tempo hari tidakkah engkau sadar bahwa mawar itu yang memabukkanmu? Yang mengusirku dari nirwana, lalu jejaknya membekas di kepalaku yang cacat logika. Seruni, engkau sedang memanggil iblis dari hati paling dalam seorang malaikat, […]