Untuk Seruni

651345-bigthumbnail-crop

Seruni,
engkau sedang bermain api
jiwamu naif sedang kutahu ragamu sebengis
mata-mata pada bibirmu,
dan masih lagi kauembuskan fragmen napasmu
yang harumnya melebur mawar tempo hari
tidakkah engkau sadar bahwa mawar itu
yang memabukkanmu?
Yang mengusirku dari nirwana,
lalu jejaknya membekas di kepalaku yang cacat logika.

Seruni,
engkau sedang memanggil iblis
dari hati paling dalam seorang malaikat,
ia tersiksa sebab setiap panggilanmu
adalah duri-duri paling beracun.
Sedang engkau masih tangguh di situ,
bibirmu memanggil-manggil
iblis keluar dari cangkangnya.
Kalau boleh kau kuberitahu,
malaikat sedang merobek dadanya.

Seruni,
di antara matamu yang mencari-cari,
pada benang-benang yang luput dari tubuhmu
ada aku di situ, bertanya:
engkau sedang mencari apa?

(2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s