Kopi

Membacamu adalah meminum kopi pahit. Tidak lupa, kamu memberi peringatan bahwa secangkir dirimu telah dingin begitu tersaji buatku. Sensasi panas dan lidah yang semestinya melepuh itu adalah bagian dari masa-masa yang sudah lewat. Sebelumnya, kamu sudah banyak melepuhkan banyak lidah dan membuat orang-orang bersumpah-serapah. Tidak ada asap mengepul, tidak ada bekas pola adukan di atas [...]

Advertisements

Mengapa Saya Berjauhan dengan Jilbab

"Keriting, kribooo! Wooo!" Setiap kali menyisir rambut (dan rambut saya jadi kusut), saya masih bisa mendengar suara-suara cemoohan para bocah dekil yang mengolok saya dari pinggir jalan. Saya lupa wajah mereka, tapi saya ingat ejekan mereka. Keriting, kribo, sampai dengan embel-embel dikatai 'Makibao' (karakter sapi gendut di salah satu anime), dan yang paling menyakitkan hati: [...]

Untuk Seruni

Seruni, engkau sedang bermain api jiwamu naif sedang kutahu ragamu sebengis mata-mata pada bibirmu, dan masih lagi kauembuskan fragmen napasmu yang harumnya melebur mawar tempo hari tidakkah engkau sadar bahwa mawar itu yang memabukkanmu? Yang mengusirku dari nirwana, lalu jejaknya membekas di kepalaku yang cacat logika. Seruni, engkau sedang memanggil iblis dari hati paling dalam seorang malaikat, [...]

Makanan Penjara

Barangkali aku sedang senang —atau pasrah, saat daun di pelupuk mata meranggas sambil tertawa atau hanya jiwaku saja yang dipenjara jari-jari tanganmu yang lentik itu. Di pipimu ada gunung yang berkobar bulu-bulu meremang paling jago merayu mereka yang bebas supaya ikut ke penjara bersamamu supaya terbakar seperti matamu lalu gosong dan habis dimakan kepala sipir. [...]