Makanan Penjara

Barangkali aku sedang senang —atau pasrah, saat daun di pelupuk mata meranggas sambil tertawa atau hanya jiwaku saja yang dipenjara jari-jari tanganmu yang lentik itu. Di pipimu ada gunung yang berkobar bulu-bulu meremang paling jago merayu mereka yang bebas supaya ikut ke penjara bersamamu supaya terbakar seperti matamu lalu gosong dan habis dimakan kepala sipir. […]

Kaki Lentera

Baru sekali ini malam merupa jagatraya purna dan bintikbintik kecil pada mata yang berkilat lebih benderang dari bintang yang membakar. Dan baru sekali ini benak kami diliputi asa yang tiada henti meraung atas jiwajiwa lugu yang membawa kami lebih tinggi dari langit kelam. Selamat datang, Pejuang. Kalianlah yang berkuasa atas kakikaki yang memijak ranah ungu […]

Pirouette

Pagi-pagi itu aku beku dimakan senja yang belum lagi usai dan angin selewat, menyerbu pekat pada titik-titik masa yang rapat. Terlalu singkat buatku mendongak kala waktu serasa dicekat tiap jungkit yang menjelma kaki-kaki jenjang di balik celana gombrong dan baju zirah temaram. Aku bukan gadis-gadis yang menghamba Yusuf akhir zaman. Atau perihal-perihal merdu dan syahdu […]

Menghitung

Selamat datang, Bumi Kepadamu dan segala hijau dalam nadi. Sungai-sungai adalah apa-apa yang hilang dalam penumbra Kemudian jadilah umbra pada suatu putaran Menelurkan ruang-ruang Ruang-ruang selinap yang tak sempat penat kumasuki Yang panjang ini akan lagi kita jalani sebagaimana kita telah jalani yang telah lalu Bumi, berputarlah cepat tapi jangan terlampau cepat oleh bahagia Karena […]

Piring Kosong

Teruntuk apa yang kuning di antara timbunan jelaga. Kala perutmu lapar, datanglah kepadaku Sejuta gandum menguning kuberikan buatmu Datanglah kepadaku Dari tepi hamparan kebun Lembar demi lembar sayur-mayur kuhidangkan buat benakmu yang lelah. Dan untukmu bebijian kuning di pucuk lumbung. Ada pula kebun-kebun bebuahan dan kenari kuning dan anggur yang menari-nari di pelupuk cawan Bila […]