2:04

Lewat tengah malam pedihku minta dijabarkan gamblang. Lewat kulainya jemari dan tangan, ia dengan angkuhnya mengabaikan hidup yang harusnya padam Oktober 2014

Advertisements

Benak Kekanakan

Kepada R, sebelumnya saya ingin berterima kasih. Bukan—lagi-lagi—karena melimpahnya rasa sayang yang tanpa henti kamu berikan, tapi karena kamu telah berhasil membukakan jendela baru buat saya. Ingatkah, R, bagaimana dulu saya begitu membenci puisi? Kalau tidak ingat, akan saya kenangkan kembali buatmu; saya pernah membenci puisi, membencinya dari lubuk hati yang paling dalam. Betapa pun [...]

Jalan

Di bawah temaram lampu jalan Ada jiwa yang berkobar biru Bukan jiwamu tapi jiwaku Jika ia meniti pikiran bisu Itu bukan bisumu tapi bisuku Mereka yang terbiasa, akan berlalu lalang Mereka yang tak mengerti, akan menertawakan Ketika kubilang bakal bertahan Dan cukup bagiku menumbuk matamu dari kejauhan Di bawah temaram lampu jalan Kuhaturkan sebuah pengakuan [...]

Sick

I thought my life was nearly perfect. But, what’s perfect is actually imperfect. After struggling with loneliness and lack of recognition for nearly sixteen years, I thought, I had finally got the life I wanted. Such understanding parents who never got too angry to throw things towards their own children; amazing best friends who had [...]