Marah Senja Merah

Saya juga melihat Saya juga mendengar Saya juga bicara Saya juga meraba Saya juga menghidu Apa itu di balik topeng retakmu Cuma sebutir jiwa ringkih dan benak kekanakan Tak juga mau mengaku Saya juga merasa Saya juga gembira Saya juga berduka Saya juga terluka Saya juga kecewa Jangan coba-coba berdiri sendiri di atas kakimu yang [...]

Advertisements

Apakah Aku Masih Boleh

Apakah engkau hadir dalam setiap lembar kertas Dalam tiap potong ideologi Dan teori-teori menjelma alibi Ataukah engkau cuma sekadar duduk-duduk manja Berpangku tangan dan kaki sedang jiwa mati kebiri Apakah aku masih berhak mengeluh tanpa tahu isi cangkangmu yang juga kutempatkan cangkangku di situ Apakah aku masih boleh menunggu membaringkan diri dalam tiap korona penantian [...]

Di Balik Layar

Kala engkau datang Merah senja merekah gemilang Di antara belukar asa Tanganku melipat wajah gamang Lalu dua—empat mata cokelat saling menumbuk Hasrat di kala senja memancar deras urung dibendung Keraguan jiwa pun merancu Diganti senyum semanis madu Apa yang engkau lihat bukan apa yang kaulihat Bukan siapa yang kauingin lihat Yang cepat timbul cepat pula [...]

Bintik

Kuucap salam pada dunia penggiring jiwa-jiwa lugu ke bentang permadani tak berbatas Lingkar kelam eboni membingkai nyawa terbeku Dari inci hingga mikro Dari mili menyentuh piko Boleh jadi gunung dan tebing kaujajaki Hutan-lautan kauarungi Sedang kupunya takzimku sendiri Bentang dermis adalah gunungku Silia-lah hutan abadiku Sapuan darah nadi terkungkung dalam kekaca jernih jadi tebing dan [...]

Chatouiller (Menggelitik)

Dalam rahim nan suci Lutut dan jiwaku menekuk malu. Sekaligus bertanya-tanya bilamana aku ‘kan terlahir dari sempit-menyiksanya perjalanan ini Perjalanan fana Kala suara tak lagi terdengar bersua Jerit relung dan bayang hati ini tersangkut pada gerigi kerongkongan Di sanalah tempatku dilahirkan Tapi aku tak kunjung dilahirkan Asa dalam diri terabaikan gelora jiwa yang kau dan [...]